Lewati ke konten

Riset dan artikel

Artikel

Dari PD, LGD, dan EAD ke Modal Bank: Cara Kerja Pendekatan IRB Basel

Cara menghitung expected loss dengan contoh, dan kenapa itu bukan kebutuhan modal

ArtikelGratis

27 Oktober 2026Bahasa: ID

Bank tidak menghitung risiko kredit dari satu angka. Dalam pendekatan IRB (Internal Ratings-Based) di kerangka Basel, setiap pinjaman dinilai dengan tiga angka: PD, LGD, dan EAD. Dari ketiganya bank menghitung kerugian yang diharapkan (expected loss), lalu menyiapkan modal untuk kerugian yang tidak terduga. Kita ikuti seorang analis fiktif menghitungnya, termasuk satu kekeliruan yang mudah terjadi.

Tiga angka PD 2 persen, LGD 40 persen, dan EAD 1.000 juta dikalikan menjadi expected loss 8 juta, dipisahkan dari modal untuk kerugian tak terduga
Dibuat oleh tim Finansiologi

Pertanyaan manajer pukul empat sore

Rina (tokoh fiktif) baru tiga minggu menjadi analis kredit. Manajernya bertanya sambil lalu: berapa kerugian yang kita harapkan dari fasilitas kredit korporasi itu? Rina menjawab cepat. Saldo terpakai 700, peluang gagal bayar 2%, bagian yang hilang 40%. Hasilnya 5,6 juta.

Manajernya menggeleng pelan. "Plafonnya 1.300. Yang belum ditarik 600."

Rina baru sadar bahwa angkanya tidak salah hitung. Pertanyaannya yang dijawab keliru: ia menghitung eksposur hari ini, bukan eksposur saat debitur gagal bayar. Selisih itu punya nama, dan seluruh tulisan ini dimulai dari situ.

Dari tiga angka ke dua pertanyaanIlustrasi
PD2% LGD40% EAD1.000 Expected loss: 8 juta Ditutup harga kredit dan provisi Modal ditahan untukkerugian di atas rata-rata

Expected loss dan modal menjawab dua pertanyaan yang berbeda.

Tiga angka: PD, LGD, dan EAD

  • PD (probability of default): peluang debitur gagal bayar dalam satu tahun, berdasarkan peringkat internal bank. Debitur yang sudah berstatus gagal bayar diberi PD 100%1. Ada lantai: PD yang dipakai dalam hitungan tidak boleh di bawah 0,05%, kecuali untuk eksposur kepada pemerintah1.
  • LGD (loss given default): bagian eksposur yang hilang bila debitur gagal bayar. Pada pendekatan foundation, nilainya ditetapkan pengawas: 45% untuk tagihan senior kepada pemerintah, bank, dan lembaga keuangan, 40% untuk tagihan senior kepada korporasi lain, dan 75% untuk tagihan subordinasi1. Pendekatan advanced memakai estimasi bank sendiri bila pengawas mengizinkan1.
  • EAD (exposure at default): jumlah eksposur saat gagal bayar. Untuk fasilitas yang sudah disetujui tetapi belum ditarik, bagian yang belum ditarik dikalikan faktor konversi kredit (CCF)1.

Menghitung expected loss

Expected loss per eksposur adalah PD dikalikan LGD. Kalikan lagi dengan EAD untuk mendapat jumlah rupiahnya2.

RumusEL = PD × LGD × EAD
Contoh (angka fiktif, juta rupiah)

Sebuah korporasi punya fasilitas kredit dengan plafon 1.300. Yang sudah ditarik 700 dan yang belum ditarik 600. Anggap CCF 50%, PD 2%, dan LGD 40%.

KomponenPerhitunganHasil
EAD700 + 50% × 6001.000
Expected loss2% × 40% × 1.0008

Angka 8 juta bukan kerugian yang pasti terjadi pada pinjaman ini. Itu rata-rata kerugian bila ada banyak pinjaman serupa. Pada satu pinjaman, hasilnya bisa 0 atau 400 juta (LGD 40% dari 1.000).

  1. EAD = terpakai + CCF × belum terpakai = 700 + 50% × 600 = 1.000.
  2. Expected loss = PD × LGD × EAD = 2% × 40% × 1.000 = 8 juta.
  3. Bila peringkat internal memberi PD 0,01%, lantai 0,05% yang dipakai: 0,05% × 40% × 1.000 = 0,2 juta. Tanpa lantai, hasilnya terlalu kecil.

Dari expected loss ke modal

Bobot aset tertimbang risiko (RWA) pada pendekatan IRB dirancang untuk kerugian yang tidak terduga, bukan untuk expected loss3. Expected loss ditangani lewat cadangan: bank membandingkan jumlah expected loss dengan total provisi yang memenuhi syarat2. Bila expected loss lebih kecil daripada provisi, pengawas memeriksa dulu apakah angkanya sudah mencerminkan kondisi pasar sebelum selisihnya boleh dihitung sebagai modal tier 22.

Rumus bobot risiko korporasi memakai PD, LGD, dan jatuh tempo efektif (M). Pada pendekatan foundation, M ditetapkan 2,5 tahun, dan pada umumnya dibatasi minimum 1 tahun dan maksimum 5 tahun1. Rumus lengkapnya ada di bab CRE31 kerangka Basel dan ditampilkan sebagai gambar, jadi tidak dikutip di sini3.

Dua kesalahan yang sering terjadi

Kesalahannya

Menyamakan expected loss dengan kebutuhan modal.

Akibatnya

Pada contoh di atas, expected loss hanya 8 dari eksposur 1.000, atau 0,8%. Angka sekecil itu terlihat seperti risiko yang ringan. Padahal modal disiapkan untuk kerugian yang melebihi rata-rata3, dan pada satu pinjaman yang gagal bayar, kerugiannya bisa 400.

Cara memperbaiki

Pisahkan dua pertanyaan: berapa rata-rata kerugian (expected loss, ditutup dengan harga kredit dan provisi), dan berapa kerugian di atas rata-rata yang harus ditahan modal.

Kesalahannya

Memakai hanya saldo yang sudah ditarik sebagai EAD.

Akibatnya

Debitur yang mulai kesulitan sering menarik sisa fasilitasnya sebelum gagal bayar. Pada contoh, EAD 700 memberi expected loss 2% × 40% × 700 = 5,6, lebih kecil dari 8 yang benar. Selisihnya muncul tanpa pesan error.

Cara memperbaiki

Hitung EAD sebagai saldo terpakai ditambah CCF dikali bagian yang belum ditarik1.

Daftar periksa saat membaca angka risiko kredit

  • PD yang dipakai tidak di bawah lantai 0,05% (kecuali eksposur kepada pemerintah).
  • LGD berasal dari nilai pengawas (foundation) atau estimasi bank sendiri (advanced). Cari tahu yang mana.
  • EAD mencakup bagian fasilitas yang belum ditarik, dikalikan CCF.
  • Expected loss dan modal dibicarakan terpisah.
  • Hasil perhitungan diberi satuan dan tanggal data, sama seperti angka pasar.

Pola hitung ini dilatih pada kelas Corporate Valuation and Credit Risk di finansiologi.com.

Cek pemahaman

Dua soal singkat. Pilih jawaban untuk melihat penjelasannya.

1. Fasilitas kredit: sudah ditarik 300, belum ditarik 400, CCF 50%. Berapa EAD?
2. Peringkat internal sebuah korporasi memberi PD 0,01%. Berapa PD minimum yang dipakai dalam rumus (bukan eksposur pemerintah)?

Apakah konten ini bermanfaat?

Satu ketukan, tanpa login. Hasilnya membantu kami memilih topik berikutnya.

Bagikan artikel ini

Sumber

Analisis di atas disusun Finansiologi. Sumber berikut dipakai sebagai dasarnya dan bisa kamu periksa sendiri. Angka kecil di teks menaut ke nomor sumber di bawah ini.

Dibaca langsung:

  1. Basel Committee on Banking Supervision, Basel Framework: CRE32, IRB approach: risk components (berlaku sejak 1 Januari 2023, pembaruan terakhir 27 Maret 2020). ↩
  2. Basel Committee on Banking Supervision, Basel Framework: CRE35, IRB approach: treatment of expected losses and recognition of provisions (versi yang sama). ↩
  3. Basel Committee on Banking Supervision, Basel Framework: CRE31, IRB approach: risk weight functions (versi yang sama). Paragraf awal dibaca langsung. Rumus bobot risiko berbentuk gambar dan tidak terbaca oleh alat kami, jadi artikel ini tidak mengutip rumus itu. ↩

Halaman kerangka Basel memuat versi mendatang untuk CRE32 yang berlaku mulai 1 November 2028. Artikel ini memakai versi yang berlaku sekarang. Angka PD, LGD, EAD, CCF, dan plafon pada contoh bersifat fiktif dan dibuat untuk ilustrasi. Hasil hitung contoh sudah diperiksa ulang.

Disusun ulang 28 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat investasi atau kepatuhan regulasi.

Atribusi gambar: grafik buatan Finansiologi (hak cipta Finansiologi, tidak untuk digunakan ulang tanpa izin).

Lanjut belajar

Corporate Valuation and Credit Risk

Mengambil keputusan valuasi dan kredit dari satu cerita perusahaan nyata (ICBP): nilai perusahaan, ukur risiko gagal bayar, lalu presentasikan ke committee, dengan latihan Excel langsung di halaman.

Modul pertamanya gratis. Daftar dengan akun Google, tanpa kartu kredit, lalu coba langsung.

  • Risiko kredit
  • Perbankan
  • Konsep